Kamis, 23 April 2015
Sebait Kisah
perjalanan siang itu, menembus rintikan hujan. suara hembusan angin seolah tak lagi dihiraukan. padatnya kendaraan yang lalu lalang pun masih diacuhkan. percakapan ringan namun menyiratkan sebuah makna, kisah yang mungkin tersimpan tanpa ada yang tahu,. atau justru kisah yang mulai tak tertahankan untuk terungkap, entahlah. yang jelas ku kira, hatiku masih belum tersentuh rasanya. masih tersimpan dengan cukup baik. setidaknya untuk 'mereka',.
perjalanan yang memutar roda-roda kehidupan, tak terlalu lama memang, namun waktu seolah enggan beranjak mengikuti laju kendaraanku. setiap kisah yang terurai, dan aku hanya mampu mendengarkannya. entahlah... aku tak mengerti apa niat dibalik ucapannya.
"fokus saja dengan stirmu, agar kita segera sampai tujuan. aku sudah tak ingin mendengar setiap kisah kisah itu lagi!" ya hampir saja kata-kata itu terucap, andai saja aku tak segera sadar bahwa aku tak memiliki hak apapun untuk melarangnya mengurai kisah. suhu di dalam mobil yang sebenarnya begitu sejuk, ditambah lagi suasana hujan yang menambah kesejukkannya. tapi entah mengapa rasanya begitu panas dan cukup sesak.
ia masih saja melontarkan kisah-kisahnya dengan someone. mungkin bagi sebagian orang biasa saja, namun aku dapat melihat kisah itu mengurai makna yang teramat indah untuknya, ya begitu indah hingga wajahnya merona. aku dapat melihat hal itu dengan jelas dari kaca spion mobilnya. aku memang tak duduk disampingnya, tapi hal itu tidak perlu jika hanya untuk mengetahui apa yang dia rasakan. bahkan hanya dengan mendengar setiap kalimatnya pun aku sudah cukup bisa menarik sebuah benang merah.
kadang ia tersenyum saat mengenang kejahilan yang ia lakukan, kadang pun ia tampak menyesal saat ia sampai pada kesalahan yang ia lakukan,. bahkan kadang ia tertawa saat mengenang kebersamaan mereka,. dan ku rasa penumpang mobilnya pun tak begitu tertarik dengan ceritanya, hanya saja, aku yang masih terus fokus mendengarkan segala kisah yang ia lontarkan. ya fokus dalam menata hati dengan setiap perih yang mungkin ku rasakan. tapi, aku bersyukur setidaknya aku tak butuh waktu terlalu lama untuk tahu siapa gadis yang telah mencuri hatinya. ya aku cukup tahu, dan ku kira mereka adalah pasangan yang ideal.
tanpa ku sadari, tanganku membuka kaca mobil, hingga air-air hujan yang tersentuh hembusan angin masuk dengan leluasa kedalam mobil, dan membuat semua penumpangnya tersadar dari lamunan mereka.
"hai... kenapa dibuka jendelanya?" hardik sandra yang duduk disampingku. "hah,... ia maaf maaf aku gak sengaja". entahlah akupun terkejut dengan tingkahku, dan segera menunutp kembali kaca jendela. setelah sekilas ia melihat kebelakang, ia kembali lagi menyetir dan kembali pula dengan kisahnya.
duh,.. hentikan... apa kau tak juga sadar bahwa telingaku mulai penat dengan semua kisahmu? apa kau tak juga sadar bahwa ada hati yang terluka dengan semua perkataanmu? apa kaupun tak sadar bahwa ada air-air bening yang hampir saja tumpah di eajahku?? astaga??? apa kau tak juga sadar bahwa ada sekeping hati yang menyimpan rasa yang sama dengan rasa yang kau simpanuntuknya??
hanya saja aku tak seberani dirimu, untuk mengungkapkan setiap rasaku, hanya saja aku masih berusaha untuk menyimpan segalanya seorang diri, bahkan jika mampu aku ingin mengakhirinya.
kau yang tak oeka atau aku yang terlampau panda menyimpan rasaku???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar